Rabu, 14 Desember 2011

7 Kurcaci - Malam Minggu (1998)

Biography 7 Kurcaci

Sebuah acara yang bertajuk “Special Menu ala EnHaii” yang diadakan oleh Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung pada tanggal 11 Oktober 1998 adalah awal terbentuknya 7 Kurcaci. Formasi band terdiri dari 7 orang mahasiswa kampus itu sendiri, dan oleh sebab itulah makanya band itu menamakannya 7 Kurcaci.

Karena

kemauan yang ingin sekali memberikan warna lain dari pada acara itu maka sekumpulan mahasiswa yang tergabung dalam 7 Kurcaci ini sepakat membawakan musik dengan aliran musik yang memang berbeda pada saat itu, yaitu RAP CORE atau yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Hip Metal. Setelah mengikuti audisi, 7 Kurcaci termasuk salah satu band yang terpilih menjadi pengisi di acara tersebut. Dengan kesepakatan bersama setelah acara itu kami membuat suatu komitmen untuk terus menjalankan band ini sebagai band yang tidak hanya main untuk satu acara kampus saja tetapi juga di café (bukan band reguler) dan di event-event yang ada di manapun ada kesempatan. Seiring berjalannya waktu hingga akhirnya menghadapkan 7 Kurcaci pada suatu kesempatan Recording, kamipun masuk dapur rekaman di bawah label Musica Studio's yang bertempat di Jakarta.

Dengan hit single Malam Minggu yang videoklipnya digarap oleh Oleg Sanca Bachtiar dar Broadcast Design Indonesia kami mengusung suatu aliran musik yang memberikan nuansa baru di blantika musik Indonesia. Sebagaimana biasanya 7 Kurcaci pun juga merasakan proses gonta-ganti formasi. Baik itu gitaris ataupun vokalis serta keyboardis yang pada akhirnya digantikan oleh seorang DJ. Pada akhirnya hingga saat ini 7 Kurcaci hanya beranggotakan 4 orang pemain tetap, yaitu Gitaris, Bassis, Drum dan Vokalis. Tetapi bila melakukan suatu pertunjukan band ini memakai beberapa orang additional player guna melengkapi kekosongan posisi. Masih dibawah label Musica Studio's, bulan Oktober 2003 akhirnya album kedua 7 Kurcaci berjudul 2da Beat berhasil dirilis dengan hit single pertamanya “Kembali”.Kelompok yang anggotanya tujuh orang cowok ini baru aja ngerilis album yang berjudul 7 Kurcaci dan berisikan 12 nomor Hip metal gres yang cukup menarik untuk disimak. Dengerin aja lagu-lagu macam Malam Minggu, Lorong, Junkee, Bo'ong dan a.i.d.s. Lagu-lagu itu boleh dibilang bisa dijadikan pakem pegangan bagi perkembangan lagu-lagu Hip Metal yang diproduksi oleh kelompok-kelompok sejenis di Indonesia.

Lagu-lagu karya 7 Kurcaci mampu menghadirkan perpaduan sempurna sound hip metal yang heboh dan penggunaan Bahasa Indonesia yang tepat. Hasilnya, bahasa yang digunakan oleh kelompok ini tidak terdengar janggal dan mampu diterima oleh penggemar hip metal lokal.

Meskipun sudah cukup baik, kami nilai pengerjaan album yang satu ini belum maksimal. Pasalnya, masih banyak hal-hal yang bisa digali dari musikalitas personelnya yang lumayan berada di atas rata-rata. So 7 Kurcaci, album kedua lebih baik lagi ya!Biarpun hip-metal baru jadi trend sekarang-sekarang, tapi 7

Kurcaci, band hip-metal asal Bandung ini mengaku sudah memainkan jenis musik ini sejak dua tahun lalu. “Kita udah mainin musik-musik kayak gini sejak lama dari jamannya rap core. Jadi sama sekali nggak ngekor,” tegas Kuple, sang basis berambut gimbal. Dulu, kenang Devit, sekitar tahun 1998 mereka selalu dianggap beda karena sudah memainkan jenis musik rap-core. Padahal saat itu jamannya ska dan R&B.Meskipun harus kena tuduhan ngekor trend, toh ada untungnya juga buat 7 Kurcaci. Paling nggak setelah hip-metal mulai disukai grup yang didirikan 11 Oktober 1998 ini termasuk menjadi yang terdepan di Indonesia.Lewat debutnya yang bertitel sama dengan namanya, 7 Kurcaci berhasil menarik perhatian publik musik rock di tanah air.

Ini bisa dilihat dari hit singelnya Malam Minggu yang sering diputer radio-radio terkemuka di tanah air. Untuk itu Resy (vokal), Devit (gitar), Ryad (gitar), E-Munk (vokal), Kuple (bas), Dj Cruz (DJ) dan Vicky (drum) boleh berbangga. Soalnya mereka nggak kayak grup-grup lain yang sibuk nawarin demo-tape kemana-mana, 7 Kurcaci malah ditawari rekaman oleh pihak Musica Studio setelah melihat penampilan mereka.Biarpun mengaku terpengaruh dengan musik Limpbizkit, 7 Kurcaci menolak bila disebut mengekor. “Jenis musik kita cocok dengan Limpbizkit, tapi kita nggak mencontoh. Kalau terpengaruh iya,” kata Devit lagi.Lagian, tambah Kuple, grupnya saat ini sudah memiliki konsep dan visi musik yang jelas.

Artinya nggak akan gampang terpengaruh warna musik kelompok lain. Dan yang lebih penting, “Kami akan tetap konsisten memainkan musik seperti ini. Karena pada dasarnya musik kami mainkan ini rock. Dan rock itu nggak pernah mati, paling-paling ada pergeseran sound sesuai dengan perkembangan tehnologi itu sendiri,” sambung Devit.Jadi menurut penuturan Devit, 7 Kurcaci nggak perlu takut dengan perubahan trend. “Kami akan tetap memainkan hip-metal sampai kapanpun,” ucap gitaris berkaca mata minus ini matap.Satu lagi grup pendatang baru di belantika musik Indonesia. 7 Kurcaci dalam albumnya yang berjudul Malam Minggu memberikan sebelas lagunya yang keren dan fantastik.


Melalui album ini kamu bisa menikmati lagu-lagu seperti Lorong Hitam, Pusing, Bo’ong dan tidak ketinggalan lagu andalan mereka Malam Minggu. Kalau tidak mau kehabisan, segera miliki kasetnya sekarang !







Tracklist :

Malam Minggu
Lorong Hitam
Junkeez
Loser
Pusing
Bo'ong
A . I . D . S ( Aku Ingin Di Sentuh )
Pussies Song
Versus
Civil Society

Download

Pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Rotor - Menang (1997)

Tracklist :

Sejatining Manungso
Diplomasi Gila
Wabah Emosi
Siapa... Apa...?
Kapal2 Tanpa Dermaga
Satanisme
Metalik Klinik
Potong Kelamin
Noda Putih
Menang
Kompas
Bahaya

Download
Pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Rotor - New Blood (1996)

Tracklist :

My Name Is Santet
Dead In Sleep
Javanese Liqueur II
Y - Nail Blue
Regret
Mind Changes World
Javanese Liqueur I
Nadya


Download
Pass : RYL's-KARIM's COLLECTIONS

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Rotor - Eleven Keys (1995)


Tracklist :

No War Always Peace
Eleven Keys
A Jail In A cage
Behind The Eyes Of Pain
Inside And Outside
A Dismal Picture Of Mankind
Curse Of Leak
The Frustated Sheep

Download
pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Rotor - Behind the 8th Ball (1992)



Yeah…..bagi pecinta musik trash metal pasti ngga asing ma Gatholoco, yap salah satu lagu di album ROTOR pertama yang di tulis oleh ali akbar. Rotor di bentuk tahun 1992 setelah cabutnya gitaris Sucker Head, Irvan Sembiring yang merasa konsep musik Sucker Head saat itu masih kurang ekstrem baginya. Di bulan april 1993 ROTOR membuka konser fenomenal band cadas asal amrik Metallica, setelah sukses membuka konser Metallica Rotor lantas merilis album thrash metal major labelnya yang pertama di Indonesia, Behind The 8th Ball (berbekal dua kali membuka konser Metallica para personel Rotor minus Bakar hijrah ke Amrik). Album pertama Rotor Behind The 8th Ball yang angka penjualannya mencapai mencapai 60.000 keping. Gagal menembus industri musik Amrik yang merupakan pintu gerbang menuju kesuksesan dunia, dipertengahan tahun 1994 akhirnya Rotor kembali ketanah air dengan tanggan hampa. Selain harapan menjadi superstar kandas, band juga dilanda perpecahan dengan hengkangnya Jodie Gondokusumo dari Rotor. Tahun 1995 Rotor merilis Eleven Key dan ditahun 1996 Rotor mengeluarkan album lagi bertitel New Blood yang memuat komposisi yang lebih ekstrim lagi disbanding Eleven keys. Reuni Rotor terjadi di tahun 1997, Rotor manggung di poster café yang bertajuk Awakening Of The Gods, Irvan, Judha dan Bakar manggung bareng band – band junior macam tengkorak, Betrayer hingga Trauma. Jodie dengan dandanan yang Gothic ikut manggung menyayikan tiga lagu dari album Behind The 8th Ball dan reuni ini merupakan panggung Rotor terakhir kali. Awal bulan oktober 1997 rotor merilis album yang ke empat yang bertitel Menang dan dialbum ini Tengkorak, Betreyer, Trauma dan C.O.B mengawali debut mereka untuk pertama kali (lagu yang diberi judul Metalik klinik itu kemudian dimasukan ke album menang sebagai bonus track”in8i menjadi jikal bakal album kompilasi underground Metalik Klinik’). Di tahun 1997 Irvan mendirikan label Rotorcort bekerjasama dengan label Musica Studio, diluar dugaan album Metalik Klinik yang diproduseri Irvan dan Krisna J (frontman Sucker Head) terjual laris hingga 50.000 keping. Tahun 1998 pemain bass Rotor judapran meninggal dunia akibat over dosis, dari peristiwa tragis Irvan memutuskan membubarkan Rotor dan menggantungkan gitar selama-lamanya. Dipenghujung tahun 1999, irvan bersama beberapa perwakilan band produksi Rotorcorp lima kali lolos dari pembantaian maut yang hampir merenggut nyawanya(sumber Tabloit ROCK 2002). Peristiwa tersebut terjadi di bagian timur pulau jawa yang sedang hangat-hangatnya peristiwa pembaintaian dukun santet oleh gerombolan ninja. Lima kali lolos dari upaya pembunuhan menurut irvan pasti mukzizat dari Allah SWT dan dalam perjalanan pulang irvan bersumpah peringatan dari Yang Maha Kuasa ini harus dibalas olehnya dengan bertakwa kepada Allah SWT dan mendedikasikan hidupnya dengan berdakwah islamiah. Hal ini diperkuat oleh frontmant sucker head “Krisna J Sadrack” ketika bulan februari 2007 (RK) ketemu dengan krisna di Sosrowijayan (YOGYA) menurut Krisna, sekarang kegiatan Irvan lebih ke Islamiah (bahkan irvan berdakwah nyampe ke beberapa negara). Contoh yang patut ditiru, dari Rocker sampai menjadi Pandakwah dibeberapa negara.
Tracklist :

Behind The 8th Ball
Beyond The Eyes Of Pain
Curse Of " Leak "
The Last Moment
Spontanuous Live
Nuclear Is The Solution ...?
P'luit Phobia
Hate Monger
A Dismal Picture Of Mankind
G a t h o l o c o
pass : karimsamman@multiply.com
Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Video

Cleopatra - Untukmu (1995)


Cleopatra digawangi 5 orang anak muda yang saat itu masih menyandang status mahasiswa. Mereka adalah Bodey Reo (Vokal), Mr. Sarjana (Gitar), Dedee Said (Bass), Aprie Nugroho (Drum) dan Yudhawana (Keyboard). Musik yang mereka sodorkan berirama Full Sweet Rock dengan touching genre rock yang lembut sehingga enak mudah dicerna telinga. Masih dengan lagu-lagu bertemakan cinta Cleopatra yakin hasil karya mereka bakal digandrungi kawula remaja sebagai segmen utama yang dibidik. Fakta yang terjadi setelah album perdana Cleopatra dirilis ke pasaran sungguh mengejutkan bahkan diluar perkiraan para anggotanya sendiri. Hanya dalam hitungan hari kaset-kaset dari album “Untukmu” yang baru saja dilempar ke pasaran laris bak kacang goreng. Single Untukmu bertengger pada top chart radio-radio saentero Indonesia dan sempat nongkrong selama beberapa pekan. Refrain lagu tersebut “ Jangan Kau Tinggalkan Aku Sendiri….” juga terasa akrab bagi remaja-remaja hingga kerap dinyanyikan oelh mereka. Selain Single Untukmu, beberapa lagu di album tersebut juga layak disimak seperti Seutuhnya, Biarkan Kami Bicara, Ilusi dan Kasmaran. Sayang setelah keberhasilan album perdananya Cleopatra tak terdengar lagi beritanya.

Tracklist :

Untukmu
Seutuhnya
Ilusi
Sudahlah
Biarkan Kami Bicara
Ingin
Masih Panjang
Keresahan
Luka
Kasmaran


Download
Pass : RYL's-KARIM's COLLECTIONS

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Sucker Head

Biography Berawal pada tahun 1987 saat secara tidak sengaja terbentuk sebuah komunitas penggemar musik metal di Pid Pub, sebuah pub kecil di kawasan Metro Pondok Indah. Di sinilah setiap malam minggu digelar acara konser kecil-kecilan yang dikelola secara bergantian oleh masing-masing band. Berjalan sekitar 2 tahun, semakin besar komunitas ini sampai keluar Jakarta, bahkan gaungnya sampai keluar negeri dan semakin banyak pula band-band metal terbentuk dan bergabung disini, salah satunya adalah Sucker Head.

Adalah Irfan Sembiring (gitar), Krisna J Sadrach (bass) dan Yaya Wacked (vokal) pada tahun 1989 telah bersepakat untuk membentuk Sucker Head dengan merekrut Nano (gitar) dan Doddy (drum). Nama Sucker Head sendiri diambil dari tulisan merk dagang sebuah kotak korek api batang cap koin, tulisan aslinya adalah ‘SAKERHETS-TANDSTICKOR’. Line up pertama ini sangat terpengaruh pada Kreator, sebuah grup thrash metal asal Jerman.

Akhir 1990, Yaya Wacked keluar karena alasan manajemen dan bersolo karier, demikian pula dengan Doddy yang sibuk urusan sekolah. Seorang drummer baru pun direkrut, Alfredo menggantikan posisi Doddy, sedangkan di posisi vokal dirangkap sendiri oleh Irfan sambil tetap memainkan gitarnya.

2nd Line up (Januari 1991): Irfan Sembiring (gitar/vokal), Nano (gitar), Krisna J. Sadrach (bas) dan Alfredo (drum).

Tahun 1992 adalah saatnya Sucker Head mulai membuat lagu-lagu sendiri untuk mencoba bikin album. Ternyata semakin banyak lagu terkumpul, semakin terasa bahwa Irfan mempunyai idealisme yang berbeda yang tidak bisa diterima oleh 3 anggota lainnya. Akhirnya Irfan mengundurkan diri dan membentuk Rotor.

Posisi Irfan digantikan oleh Untung, sorang gitaris thrash asal Cimahi, Bandung.

3rd line up: Krisna J. Sadrach (bas/vokal), Nano (gitar), Untung (gitar) dan Alfredo (drum).

Awal 1994 Sucker Head mulai lagi meneruskan membuat lagu untuk melengkapi materi album pertama, namun kembali terhambat oleh Alfredo yang waktu itu masih belajar di SMA. Keputusan cepat pun diambil dengan menonaktifkan Alfredo dan merekrut drummer baru Robin Hutagaol yang waktu itu masih main di Grausig.

Tahun 1995 Sucker Head mendapat deal dengan label Aquarius Musikindo untuk merilis album pertama “The Head Sucker” dengan line up: Krisna J. Sadrach (bas/vokal), Nano (gitar), Untung (gitar) dan Robin Hutagaol (drum).

Album perdana ini ternyata mendapat sambutan yang baik sehingga pihak label pun melanjutkan kontrak band ini untuk merilis album-album selanjutnya.

Tahun 1996, album ke 2 “Manic Depressive” dirilis dengan formasi line up yang sama.

Tahun 1998 pada saat workshop untuk pembuatan album ke-3, Robin mengundurkan diri dan membentuk Brain The Machine sehingga workshop dan rekaman pun dilanjutkan dengan drummer baru Bakar Bufthaim yang pada saat itu baru keluar dari Rotor. Sebenarnya Bakar bukan orang baru buat Sucker Head, karena sebelumnya posisi dia adalah back up drummer apabila Robin berhalangan, dan dia juga sempat mengisi drum 1 lagu di album “The Head Sucker”. Album ke 3 “Paranatural” akhirnya dirilis berbarengan dengan dimulainya neraka krisis moneter di Indonesia. Album ini juga dirilis di Malaysia di bawah label Pony Canyon.

Line up: Krisna J. Sadrach (bas/vokal), Nano (gitar), Untung (gitar) dan Bakar Bufthaim (drum).

Tahun 1999, dalam rangka memperingati 10 tahun berdirinya Sucker Head, maka dirilislah album ke 4 “10 th Agresi” yang isinya adalah kompilasi lagu-lagu dari 3 album terdahulu ditambah 3 lagu baru dengan konsep yang lebih segar.

Tahun 2003 para personil Sucker Head kembali mengadakan workshop untuk mencari konsep baru dalam membuat lagu-lagu dengan musik yang lebih modern namun tetap ekstrem.

Dengan berbekal studi banding pada waktu konser selama tahun 2002 dan ditutup dengan tour Monster of Rock 2002 di Jawa Tengah, maka dirancanglah album ke 5 dengan konsep lagu yang ‘heavy groove & tight metal’.

Februari 2004 Sucker Head diminta sebagai grup pembuka untuk konser internasional sebuah band dari Jerman “Helloween Indonesia Tour 2004”. Desember 2004 album ke 5 ‘Hipertensi’ dirilis.

Discography : 1995 - album “The Head Sucker” 1996 - album “Manic Depressive” 1997 - kompilasi “Hits Of The Year 4” 1998 - album “Paranatural” 1999 - album “10 th Agresi” 2003 - kompilasi “Strip Hitam” 2004 - album “Hipertensi”


Sucker Head - The Head Sucker (1995)

Blinded By The Light
The Head Sucker
Butcher’s Soul
Fear Come Freedom Lost
Don’t Lock Me Up
(Mario) Budak Industri
Hati – Hati !
Night Racers
Brutal Hope
Catatn Terakhir

Download

pass : karimsamman@multiply.com


Sucker Head - Manic Depressive (1996)

Gelora Tersembunyi
Pesta Bunga
Frustasi
Bosan
Suara Misteri
Going Now ….
Matahari Tak Bersinar
Pengembara
Rekayasa
Sepi
Manik Depresi (Manic Depressive)

Download

Pass : karimsamman@multiply.com


Sucker Head - Paranatural (1998)

Paranatural
Mati Suri
Lullaby Of Death
Malaria
Perang
Neraka Jahanam
SSS
Balada
Kereta Api
Jangan Berhenti 1
Jangan Berhenti 2

Download

pass : karimsamman@multiply.com


Sucker Head - 10 th Agresi (1999)

Agresi
Antipati
Pegawai negeri
Paranatural
Lullaby Of Death
Perang
Butcher’s Soul
Catatan Terakhir
(Mario) Budak Industri
Blinded By The Light
Matahari Tak Bersinar
Manik Depresi
Going Now
Bosan

Download
pass : karimsamman@multiply.com


Sucker Head - Hipertensi (2004)

Depresimania
Dominasi
Stop
Emosi
Hak Asasi
Seribu Mimpi
Penjarah
Lupa Diri
Hipertensi
Tidak Kontrol
Sucker Head

Download
pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com