Rabu, 14 Desember 2011

Mujizat - Pilihan (2006)

Group rock " MUJIZAT " dari Bandung yang meraih predikat sebagai jawara " Djarum Super Rock Festival X/2004 " di Surabaya versi Log Zhelebour merilis album perdananya yang diberi judul " Pilihan "

Rekaman album solo " Mujizat - Pilihan " ini merupakan Hadiah yang diperoleh atas prestasinya sebagai group terbaik dari Festival Rock ke X yang diselenggarakan oleh Log Zhelebour Production.

Personil Mujizat didukung oleh Erwin Way ( Bass ), Billy ( Gitar ) yang dinobatkan juga sebagai Gitaris Terbaik pada Festival Rock ke X, Danny ( Drum ) dan vokal Zoppy Gudel yang menggantikan posisi vokalis Mujizat yang lama, album pilihan menyajikan 12 lagu yang terdiri :

1. Pilihan 2. Nasib 3. Hentikanlah 4. Selamatkan Cinta 5. Gadis Manis 6. Ibu 7. Terlalu 8. Begitu Indah 9. Tak Percaya lagi 10. Over Dosis 11. Tangisan 12. Selamat jalan dan Bonus Karaoke lagu Ibu.

Proses rekamannya dilakukan di Studio Log Sound Jakarta yang sempat tertunda agak lama karena hasil rekaman sound drumnya kurang bagus jadi terpaksa kami harus mengulangnya lagi, ujar Log. Tony Subarkah yang dipercaya sebagai sound engineer oleh Log Zhelebour menangani proses rekaman hingga mixing selesai, sedangkan untuk mendapatkan hasil rekaman suara yang lebih maximal maka Mastering dilakukan di Studio 301 Sydney oleh mixed engineer Don Bartley. kata Log yang bertindak sebagai eksekutif produser.

Lagu andalan yang dibuat video klip berjudul Pilihan yang juga menjadi judul album, penggarapan video klip dipercayakan kepada rumah produksi Atmosphere dengan sutradara Glenn Kainama.

Mudah mudahan lagu lagu pada album Pilihan dari group Mujizat yang diproduksi oleh Log Music dan diedarkan oleh Logiss Records ini dapat menambah koleksi penggemar musik rock di tanah air.

Tracklist :

Pilihan
Nasib
Hentikanlah
Selamatkan Cinta
Gadis Manis
Ibu
Terlalu
Begitu Indah
Tak Percaya Lagi
Over Dosis
Tangisan
Selamat Jalan
Ibu (Karaoke)

Download
Pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

7 Kurcaci - 2 da beat (2008)


7 Kurcaci sempat mengeluarkan album di tahun 2000 dan melahirkan hit berjudul Malam Minggu. Di Tahun 2008, 7 Kurcaci kembali merilis album di bawah bendera Musica Studio. Karena cukup lama vakum, 7 kurcaci tinggal berempat saja di album ini. Mereka adalah E-Munk (vokal), Vikky (drum), Kuple (bass) dan Riad (gitar). Sedangkan tiga personel lain yaitu A'a, Devit dan Resy memilih mundur dari 7 kurcaci karena kesibukan masing masing.

Album ini mengandalkan single Ini Bukan Lagu Cinta dan Kembali, diracik dengan formulasi rap-meets-rock dengan sentuhan R&B.

Download lagu 7 Kurcaci dari album 2 Da Beat (2008) :
  1. Intro
  2. Jangan Diam!!
  3. Ini Bukan Lagu Cinta
  4. Kembali
  5. KBKM
  6. Lelah
  7. Tiada Arti
  8. Jauhi Aku
  9. Terjerat
  10. Bicaralah
  11. 7 Kurcaci 2 Da Beat
  12. Outro
Thanks to hujan-musik-indonesia.blogspot.com

7 Kurcaci - Malam Minggu (1998)

Biography 7 Kurcaci

Sebuah acara yang bertajuk “Special Menu ala EnHaii” yang diadakan oleh Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung pada tanggal 11 Oktober 1998 adalah awal terbentuknya 7 Kurcaci. Formasi band terdiri dari 7 orang mahasiswa kampus itu sendiri, dan oleh sebab itulah makanya band itu menamakannya 7 Kurcaci.

Karena

kemauan yang ingin sekali memberikan warna lain dari pada acara itu maka sekumpulan mahasiswa yang tergabung dalam 7 Kurcaci ini sepakat membawakan musik dengan aliran musik yang memang berbeda pada saat itu, yaitu RAP CORE atau yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Hip Metal. Setelah mengikuti audisi, 7 Kurcaci termasuk salah satu band yang terpilih menjadi pengisi di acara tersebut. Dengan kesepakatan bersama setelah acara itu kami membuat suatu komitmen untuk terus menjalankan band ini sebagai band yang tidak hanya main untuk satu acara kampus saja tetapi juga di café (bukan band reguler) dan di event-event yang ada di manapun ada kesempatan. Seiring berjalannya waktu hingga akhirnya menghadapkan 7 Kurcaci pada suatu kesempatan Recording, kamipun masuk dapur rekaman di bawah label Musica Studio's yang bertempat di Jakarta.

Dengan hit single Malam Minggu yang videoklipnya digarap oleh Oleg Sanca Bachtiar dar Broadcast Design Indonesia kami mengusung suatu aliran musik yang memberikan nuansa baru di blantika musik Indonesia. Sebagaimana biasanya 7 Kurcaci pun juga merasakan proses gonta-ganti formasi. Baik itu gitaris ataupun vokalis serta keyboardis yang pada akhirnya digantikan oleh seorang DJ. Pada akhirnya hingga saat ini 7 Kurcaci hanya beranggotakan 4 orang pemain tetap, yaitu Gitaris, Bassis, Drum dan Vokalis. Tetapi bila melakukan suatu pertunjukan band ini memakai beberapa orang additional player guna melengkapi kekosongan posisi. Masih dibawah label Musica Studio's, bulan Oktober 2003 akhirnya album kedua 7 Kurcaci berjudul 2da Beat berhasil dirilis dengan hit single pertamanya “Kembali”.Kelompok yang anggotanya tujuh orang cowok ini baru aja ngerilis album yang berjudul 7 Kurcaci dan berisikan 12 nomor Hip metal gres yang cukup menarik untuk disimak. Dengerin aja lagu-lagu macam Malam Minggu, Lorong, Junkee, Bo'ong dan a.i.d.s. Lagu-lagu itu boleh dibilang bisa dijadikan pakem pegangan bagi perkembangan lagu-lagu Hip Metal yang diproduksi oleh kelompok-kelompok sejenis di Indonesia.

Lagu-lagu karya 7 Kurcaci mampu menghadirkan perpaduan sempurna sound hip metal yang heboh dan penggunaan Bahasa Indonesia yang tepat. Hasilnya, bahasa yang digunakan oleh kelompok ini tidak terdengar janggal dan mampu diterima oleh penggemar hip metal lokal.

Meskipun sudah cukup baik, kami nilai pengerjaan album yang satu ini belum maksimal. Pasalnya, masih banyak hal-hal yang bisa digali dari musikalitas personelnya yang lumayan berada di atas rata-rata. So 7 Kurcaci, album kedua lebih baik lagi ya!Biarpun hip-metal baru jadi trend sekarang-sekarang, tapi 7

Kurcaci, band hip-metal asal Bandung ini mengaku sudah memainkan jenis musik ini sejak dua tahun lalu. “Kita udah mainin musik-musik kayak gini sejak lama dari jamannya rap core. Jadi sama sekali nggak ngekor,” tegas Kuple, sang basis berambut gimbal. Dulu, kenang Devit, sekitar tahun 1998 mereka selalu dianggap beda karena sudah memainkan jenis musik rap-core. Padahal saat itu jamannya ska dan R&B.Meskipun harus kena tuduhan ngekor trend, toh ada untungnya juga buat 7 Kurcaci. Paling nggak setelah hip-metal mulai disukai grup yang didirikan 11 Oktober 1998 ini termasuk menjadi yang terdepan di Indonesia.Lewat debutnya yang bertitel sama dengan namanya, 7 Kurcaci berhasil menarik perhatian publik musik rock di tanah air.

Ini bisa dilihat dari hit singelnya Malam Minggu yang sering diputer radio-radio terkemuka di tanah air. Untuk itu Resy (vokal), Devit (gitar), Ryad (gitar), E-Munk (vokal), Kuple (bas), Dj Cruz (DJ) dan Vicky (drum) boleh berbangga. Soalnya mereka nggak kayak grup-grup lain yang sibuk nawarin demo-tape kemana-mana, 7 Kurcaci malah ditawari rekaman oleh pihak Musica Studio setelah melihat penampilan mereka.Biarpun mengaku terpengaruh dengan musik Limpbizkit, 7 Kurcaci menolak bila disebut mengekor. “Jenis musik kita cocok dengan Limpbizkit, tapi kita nggak mencontoh. Kalau terpengaruh iya,” kata Devit lagi.Lagian, tambah Kuple, grupnya saat ini sudah memiliki konsep dan visi musik yang jelas.

Artinya nggak akan gampang terpengaruh warna musik kelompok lain. Dan yang lebih penting, “Kami akan tetap konsisten memainkan musik seperti ini. Karena pada dasarnya musik kami mainkan ini rock. Dan rock itu nggak pernah mati, paling-paling ada pergeseran sound sesuai dengan perkembangan tehnologi itu sendiri,” sambung Devit.Jadi menurut penuturan Devit, 7 Kurcaci nggak perlu takut dengan perubahan trend. “Kami akan tetap memainkan hip-metal sampai kapanpun,” ucap gitaris berkaca mata minus ini matap.Satu lagi grup pendatang baru di belantika musik Indonesia. 7 Kurcaci dalam albumnya yang berjudul Malam Minggu memberikan sebelas lagunya yang keren dan fantastik.


Melalui album ini kamu bisa menikmati lagu-lagu seperti Lorong Hitam, Pusing, Bo’ong dan tidak ketinggalan lagu andalan mereka Malam Minggu. Kalau tidak mau kehabisan, segera miliki kasetnya sekarang !







Tracklist :

Malam Minggu
Lorong Hitam
Junkeez
Loser
Pusing
Bo'ong
A . I . D . S ( Aku Ingin Di Sentuh )
Pussies Song
Versus
Civil Society

Download

Pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Rotor - Menang (1997)

Tracklist :

Sejatining Manungso
Diplomasi Gila
Wabah Emosi
Siapa... Apa...?
Kapal2 Tanpa Dermaga
Satanisme
Metalik Klinik
Potong Kelamin
Noda Putih
Menang
Kompas
Bahaya

Download
Pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Rotor - New Blood (1996)

Tracklist :

My Name Is Santet
Dead In Sleep
Javanese Liqueur II
Y - Nail Blue
Regret
Mind Changes World
Javanese Liqueur I
Nadya


Download
Pass : RYL's-KARIM's COLLECTIONS

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Rotor - Eleven Keys (1995)


Tracklist :

No War Always Peace
Eleven Keys
A Jail In A cage
Behind The Eyes Of Pain
Inside And Outside
A Dismal Picture Of Mankind
Curse Of Leak
The Frustated Sheep

Download
pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Rotor - Behind the 8th Ball (1992)



Yeah…..bagi pecinta musik trash metal pasti ngga asing ma Gatholoco, yap salah satu lagu di album ROTOR pertama yang di tulis oleh ali akbar. Rotor di bentuk tahun 1992 setelah cabutnya gitaris Sucker Head, Irvan Sembiring yang merasa konsep musik Sucker Head saat itu masih kurang ekstrem baginya. Di bulan april 1993 ROTOR membuka konser fenomenal band cadas asal amrik Metallica, setelah sukses membuka konser Metallica Rotor lantas merilis album thrash metal major labelnya yang pertama di Indonesia, Behind The 8th Ball (berbekal dua kali membuka konser Metallica para personel Rotor minus Bakar hijrah ke Amrik). Album pertama Rotor Behind The 8th Ball yang angka penjualannya mencapai mencapai 60.000 keping. Gagal menembus industri musik Amrik yang merupakan pintu gerbang menuju kesuksesan dunia, dipertengahan tahun 1994 akhirnya Rotor kembali ketanah air dengan tanggan hampa. Selain harapan menjadi superstar kandas, band juga dilanda perpecahan dengan hengkangnya Jodie Gondokusumo dari Rotor. Tahun 1995 Rotor merilis Eleven Key dan ditahun 1996 Rotor mengeluarkan album lagi bertitel New Blood yang memuat komposisi yang lebih ekstrim lagi disbanding Eleven keys. Reuni Rotor terjadi di tahun 1997, Rotor manggung di poster café yang bertajuk Awakening Of The Gods, Irvan, Judha dan Bakar manggung bareng band – band junior macam tengkorak, Betrayer hingga Trauma. Jodie dengan dandanan yang Gothic ikut manggung menyayikan tiga lagu dari album Behind The 8th Ball dan reuni ini merupakan panggung Rotor terakhir kali. Awal bulan oktober 1997 rotor merilis album yang ke empat yang bertitel Menang dan dialbum ini Tengkorak, Betreyer, Trauma dan C.O.B mengawali debut mereka untuk pertama kali (lagu yang diberi judul Metalik klinik itu kemudian dimasukan ke album menang sebagai bonus track”in8i menjadi jikal bakal album kompilasi underground Metalik Klinik’). Di tahun 1997 Irvan mendirikan label Rotorcort bekerjasama dengan label Musica Studio, diluar dugaan album Metalik Klinik yang diproduseri Irvan dan Krisna J (frontman Sucker Head) terjual laris hingga 50.000 keping. Tahun 1998 pemain bass Rotor judapran meninggal dunia akibat over dosis, dari peristiwa tragis Irvan memutuskan membubarkan Rotor dan menggantungkan gitar selama-lamanya. Dipenghujung tahun 1999, irvan bersama beberapa perwakilan band produksi Rotorcorp lima kali lolos dari pembantaian maut yang hampir merenggut nyawanya(sumber Tabloit ROCK 2002). Peristiwa tersebut terjadi di bagian timur pulau jawa yang sedang hangat-hangatnya peristiwa pembaintaian dukun santet oleh gerombolan ninja. Lima kali lolos dari upaya pembunuhan menurut irvan pasti mukzizat dari Allah SWT dan dalam perjalanan pulang irvan bersumpah peringatan dari Yang Maha Kuasa ini harus dibalas olehnya dengan bertakwa kepada Allah SWT dan mendedikasikan hidupnya dengan berdakwah islamiah. Hal ini diperkuat oleh frontmant sucker head “Krisna J Sadrack” ketika bulan februari 2007 (RK) ketemu dengan krisna di Sosrowijayan (YOGYA) menurut Krisna, sekarang kegiatan Irvan lebih ke Islamiah (bahkan irvan berdakwah nyampe ke beberapa negara). Contoh yang patut ditiru, dari Rocker sampai menjadi Pandakwah dibeberapa negara.
Tracklist :

Behind The 8th Ball
Beyond The Eyes Of Pain
Curse Of " Leak "
The Last Moment
Spontanuous Live
Nuclear Is The Solution ...?
P'luit Phobia
Hate Monger
A Dismal Picture Of Mankind
G a t h o l o c o
pass : karimsamman@multiply.com
Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Video

Cleopatra - Untukmu (1995)


Cleopatra digawangi 5 orang anak muda yang saat itu masih menyandang status mahasiswa. Mereka adalah Bodey Reo (Vokal), Mr. Sarjana (Gitar), Dedee Said (Bass), Aprie Nugroho (Drum) dan Yudhawana (Keyboard). Musik yang mereka sodorkan berirama Full Sweet Rock dengan touching genre rock yang lembut sehingga enak mudah dicerna telinga. Masih dengan lagu-lagu bertemakan cinta Cleopatra yakin hasil karya mereka bakal digandrungi kawula remaja sebagai segmen utama yang dibidik. Fakta yang terjadi setelah album perdana Cleopatra dirilis ke pasaran sungguh mengejutkan bahkan diluar perkiraan para anggotanya sendiri. Hanya dalam hitungan hari kaset-kaset dari album “Untukmu” yang baru saja dilempar ke pasaran laris bak kacang goreng. Single Untukmu bertengger pada top chart radio-radio saentero Indonesia dan sempat nongkrong selama beberapa pekan. Refrain lagu tersebut “ Jangan Kau Tinggalkan Aku Sendiri….” juga terasa akrab bagi remaja-remaja hingga kerap dinyanyikan oelh mereka. Selain Single Untukmu, beberapa lagu di album tersebut juga layak disimak seperti Seutuhnya, Biarkan Kami Bicara, Ilusi dan Kasmaran. Sayang setelah keberhasilan album perdananya Cleopatra tak terdengar lagi beritanya.

Tracklist :

Untukmu
Seutuhnya
Ilusi
Sudahlah
Biarkan Kami Bicara
Ingin
Masih Panjang
Keresahan
Luka
Kasmaran


Download
Pass : RYL's-KARIM's COLLECTIONS

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Sucker Head

Biography Berawal pada tahun 1987 saat secara tidak sengaja terbentuk sebuah komunitas penggemar musik metal di Pid Pub, sebuah pub kecil di kawasan Metro Pondok Indah. Di sinilah setiap malam minggu digelar acara konser kecil-kecilan yang dikelola secara bergantian oleh masing-masing band. Berjalan sekitar 2 tahun, semakin besar komunitas ini sampai keluar Jakarta, bahkan gaungnya sampai keluar negeri dan semakin banyak pula band-band metal terbentuk dan bergabung disini, salah satunya adalah Sucker Head.

Adalah Irfan Sembiring (gitar), Krisna J Sadrach (bass) dan Yaya Wacked (vokal) pada tahun 1989 telah bersepakat untuk membentuk Sucker Head dengan merekrut Nano (gitar) dan Doddy (drum). Nama Sucker Head sendiri diambil dari tulisan merk dagang sebuah kotak korek api batang cap koin, tulisan aslinya adalah ‘SAKERHETS-TANDSTICKOR’. Line up pertama ini sangat terpengaruh pada Kreator, sebuah grup thrash metal asal Jerman.

Akhir 1990, Yaya Wacked keluar karena alasan manajemen dan bersolo karier, demikian pula dengan Doddy yang sibuk urusan sekolah. Seorang drummer baru pun direkrut, Alfredo menggantikan posisi Doddy, sedangkan di posisi vokal dirangkap sendiri oleh Irfan sambil tetap memainkan gitarnya.

2nd Line up (Januari 1991): Irfan Sembiring (gitar/vokal), Nano (gitar), Krisna J. Sadrach (bas) dan Alfredo (drum).

Tahun 1992 adalah saatnya Sucker Head mulai membuat lagu-lagu sendiri untuk mencoba bikin album. Ternyata semakin banyak lagu terkumpul, semakin terasa bahwa Irfan mempunyai idealisme yang berbeda yang tidak bisa diterima oleh 3 anggota lainnya. Akhirnya Irfan mengundurkan diri dan membentuk Rotor.

Posisi Irfan digantikan oleh Untung, sorang gitaris thrash asal Cimahi, Bandung.

3rd line up: Krisna J. Sadrach (bas/vokal), Nano (gitar), Untung (gitar) dan Alfredo (drum).

Awal 1994 Sucker Head mulai lagi meneruskan membuat lagu untuk melengkapi materi album pertama, namun kembali terhambat oleh Alfredo yang waktu itu masih belajar di SMA. Keputusan cepat pun diambil dengan menonaktifkan Alfredo dan merekrut drummer baru Robin Hutagaol yang waktu itu masih main di Grausig.

Tahun 1995 Sucker Head mendapat deal dengan label Aquarius Musikindo untuk merilis album pertama “The Head Sucker” dengan line up: Krisna J. Sadrach (bas/vokal), Nano (gitar), Untung (gitar) dan Robin Hutagaol (drum).

Album perdana ini ternyata mendapat sambutan yang baik sehingga pihak label pun melanjutkan kontrak band ini untuk merilis album-album selanjutnya.

Tahun 1996, album ke 2 “Manic Depressive” dirilis dengan formasi line up yang sama.

Tahun 1998 pada saat workshop untuk pembuatan album ke-3, Robin mengundurkan diri dan membentuk Brain The Machine sehingga workshop dan rekaman pun dilanjutkan dengan drummer baru Bakar Bufthaim yang pada saat itu baru keluar dari Rotor. Sebenarnya Bakar bukan orang baru buat Sucker Head, karena sebelumnya posisi dia adalah back up drummer apabila Robin berhalangan, dan dia juga sempat mengisi drum 1 lagu di album “The Head Sucker”. Album ke 3 “Paranatural” akhirnya dirilis berbarengan dengan dimulainya neraka krisis moneter di Indonesia. Album ini juga dirilis di Malaysia di bawah label Pony Canyon.

Line up: Krisna J. Sadrach (bas/vokal), Nano (gitar), Untung (gitar) dan Bakar Bufthaim (drum).

Tahun 1999, dalam rangka memperingati 10 tahun berdirinya Sucker Head, maka dirilislah album ke 4 “10 th Agresi” yang isinya adalah kompilasi lagu-lagu dari 3 album terdahulu ditambah 3 lagu baru dengan konsep yang lebih segar.

Tahun 2003 para personil Sucker Head kembali mengadakan workshop untuk mencari konsep baru dalam membuat lagu-lagu dengan musik yang lebih modern namun tetap ekstrem.

Dengan berbekal studi banding pada waktu konser selama tahun 2002 dan ditutup dengan tour Monster of Rock 2002 di Jawa Tengah, maka dirancanglah album ke 5 dengan konsep lagu yang ‘heavy groove & tight metal’.

Februari 2004 Sucker Head diminta sebagai grup pembuka untuk konser internasional sebuah band dari Jerman “Helloween Indonesia Tour 2004”. Desember 2004 album ke 5 ‘Hipertensi’ dirilis.

Discography : 1995 - album “The Head Sucker” 1996 - album “Manic Depressive” 1997 - kompilasi “Hits Of The Year 4” 1998 - album “Paranatural” 1999 - album “10 th Agresi” 2003 - kompilasi “Strip Hitam” 2004 - album “Hipertensi”


Sucker Head - The Head Sucker (1995)

Blinded By The Light
The Head Sucker
Butcher’s Soul
Fear Come Freedom Lost
Don’t Lock Me Up
(Mario) Budak Industri
Hati – Hati !
Night Racers
Brutal Hope
Catatn Terakhir

Download

pass : karimsamman@multiply.com


Sucker Head - Manic Depressive (1996)

Gelora Tersembunyi
Pesta Bunga
Frustasi
Bosan
Suara Misteri
Going Now ….
Matahari Tak Bersinar
Pengembara
Rekayasa
Sepi
Manik Depresi (Manic Depressive)

Download

Pass : karimsamman@multiply.com


Sucker Head - Paranatural (1998)

Paranatural
Mati Suri
Lullaby Of Death
Malaria
Perang
Neraka Jahanam
SSS
Balada
Kereta Api
Jangan Berhenti 1
Jangan Berhenti 2

Download

pass : karimsamman@multiply.com


Sucker Head - 10 th Agresi (1999)

Agresi
Antipati
Pegawai negeri
Paranatural
Lullaby Of Death
Perang
Butcher’s Soul
Catatan Terakhir
(Mario) Budak Industri
Blinded By The Light
Matahari Tak Bersinar
Manik Depresi
Going Now
Bosan

Download
pass : karimsamman@multiply.com


Sucker Head - Hipertensi (2004)

Depresimania
Dominasi
Stop
Emosi
Hak Asasi
Seribu Mimpi
Penjarah
Lupa Diri
Hipertensi
Tidak Kontrol
Sucker Head

Download
pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Pan Head - Khayalan Sepi ( Telanjang ) (1998)

Band rock asal Indonesia yang dulu sempat hit dengan lagu Dunia Cemara dan Klayalan Sepi.
Produksi : METROTAMA RECORD
Tahun :
1998
PAN HEAD are :

D.D CROW
: multi orgasm guitars
MICKY
: turbo charged vocals
KETTER
: the wild groovin’ drums
ARRY
: low lowin’ ‘n’ pumpin’ bass
KRISNA “SUCKER HEAD” (additional guy)
: Percussion


Tracklist :

Dunia Cemara I
Khayalan Sepi ( Telanjang )
Blong !!!
Kurmandhani Simanalahur
‘Ngga Klop Lah !!!
Lagu Cinta I
Lewat Lagi ( Tergoda )
Lagu Cinta II
Hilang ( Dunia Cemara )
Juli 1994 ( Instrumen )
Orang – Orang Bodoh
Cerita Budi
Pagi ( Tanpa Kopi )
Ujung Cerita

Download
Pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Rajawali - Self Tittled (1999)


Rajawali, band neo classic rock Indonesia yang cadas, dimana biasanya band-band lain mengandalkan single hit yang kalem, tatapi untuk Rajawali ini beda, mereka mengeluarkan single yang bertempo cepat. Salah satu hitsnya adalah "Sapa Malam"

Band ini digawangi oleh :
Peye'z (vocal)
Kiki "Unyil" Noval (gitar)
Ewong (bass)
Zuly (keyboard)
Bizmark (drum)

Tracklist :

Sapa Malam
Kendala Dunia
Erosi Jaman
Kerinci
Kusadari
Danza Brasirela
Belenggu Misteri
Angkara
Yang Hilang
Fenomena
Rajawali

Download
Pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Rampak Naong - Self Titled (2000)


Rampak Naong berdiri pada April 1999 di daerah Depok Jawa Barat. Rampak Naong diambil dari bahasa madura, Rampak artinya bersama sama atau beramai ramai, sedangkan Naong artinya keteduhan atau naungan. Jadi Rampak Naong bisa diartikan bersama sama dalam keteduhan.

Rampak Naong terdiri dari Aries (gitar), Aldrin (bass), Sese (drum) dan Soul (vokal). Musik yang mereka suguhkan adalah musik yang lugas, cerdas dan apa adanya. Apa adanya bisa diartikan bahwa musik mereka mencerminkan hati nurni yang sejujurnya dalam berkarya. Karenanya di album ini mereka tidak terpaku pada satu jenis musik tertentu. Single andalan adalah "Jangan Salahkan Aku Bila Aku Menciummu", tapi kemudian grup ini lebih dikenal oleh single "Tergoda".

Tracklist :

Malam Minggu
Pertama
Oh ! (Mimpi)
Cuma... Cuma... Cuma...
Jangan Salahkan Aku Bila Aku Menciummu
Tergoda
Aku Hanya Manusia Biasa
Tergoda
Katakan
Oh Lala Nasib
Maling

Download
pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Cynomadeus - Self Tittled (1989)


Cynomadeus adalah band beraliran Progressive Rock yang berasal dari Jakarta, eksis di blantika musik Tanah Air sejak akhir tahun 80-an.
Band ini terdiri dari orang-orang lama di dunia musik rock.

Cynomadeus terdiri dari:
1. Arry Safriadi - Vocal
2. Eet Syahranie - Guitar
3. Fajar Satriatama - Drum
4. Iwan Madjid - Keyboard
5. Todung Pandjaitan - Bass

Cynomadeus hanya sempat mengeluarkan satu album saja yang berjudul Cynomadeus pada tahun 1989 dibawah label JEP's Records.

Track list dari album Cynomadeus:
1. Profesi Trend Mode (Iwan Madjid/W. Soeyono)
2. Circus Show (Eet Syahranie/Iwan Madjid/W. Soeyono)
3. Cynomadeus (Eet Syahranie/Iwan Madjid/W. Soeyono)
4. Portrait Hujan (Arry Sutriardi/Iwan Madjid)
5. Opera Kota Naga (Iwan Madjid/W. Soeyono)
6. Wowverture
7. Strawberry Pink (Todung Pandjaitan/Iwan Madjid/W. Soeyono)
8. Angel Rose (Awal Berdirinya Majapahit) (Eet Syahranie/Iwan Madjid/W. Soeyono)
9. 65 (Arry Satriadi/Djohan/Iwan Madjid/W Soeyono)
10. Era 1214 Saka (I.Madjid/W.Soeyono)


Download
pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Kaisar - Mulut Angin (1994)

Menyimak single lagu “Kerangka Langit” dan “Garis-Garis Bintang” yang terpilih menjadi lagu Favorit pilihan konsumen dalam 10 Finalis “Festival Rock Se- Indonesia” pada tahun 1989-1991 membuktikan bahwa lagu-lagu Kaisar memang pantas meraih predikat lagu Rock Terbaik pada saat itu. Bermodal predikat juara I “Festival Rock Se-Indonesia ke-6” di Surabaya pada tahun 1991 band asal Solo ini mencoba unjuk gigi meramaikan jagad rekaman musik tanah air dengan merilis album perdana Mulut Angin pada tahun 1994. Sebagai juara Festival yang dipromotori Log Zhelebour, Kaisar berhak mendapatkan kesempatan rekaman di bawah naungan Logiss Records. Sebenarnya penggarapan album perdana mereka terbilang telat, padahal keinginan pecinta rock di tanah air begitu penasaran menunggu proyek album Kaisar. Namun karena sempat terjadinya konflik intern diantara personil sehingga proses perampungan album baru terwujud pada tahun 1994. Album Mulut Angin menepis isu yang beredar jika Kaisar telah tamat riwayatnya. Kemunculan band ini memang sangat ditunggu-tunggu karena 2 tahun sudah hampir tak ada lagu-lagu rock beat yang populer di blantika musik Indonesia. Dengan bermodalkan 10 lagu, Banhasir, Kecuk, Burhan, Didiek Ermas dan Yudi Kokasih begitu optimis jika mereka bakal menjadi band rock papan atas Indonesia. Jauh dari prediksi ternyata materi lagu-lagu di album Mulut Angin dibilang lembut. Berbeda sekali dengan ciri khas Kaisar yang melekat dari lagu “Kerangka Langit” yang sarat dengan nuansa rock enerjik plus ngebeat. Nyaris tak ada lagu rock beat di album tersebut. Album perdana Kaisar direspons dengan nada kekecewaan oleh pecinta music rock Indonesia. Single andalan “Mengejar Bintang” belum kuasa mengangkat penjualan album. Insting tajam Log Zhelebour yang optimistis Kaisar bakal menjadi band papan atas meleset jauh. Kegagalan ini ternyata berimbas pada stabilitas band. Setelah mengeluarkan album Mulut Angin nama Kaisar tenggelam dalam hingar binger musik rock Indonesia.

Tracklist :

Mengejar Bintang
Karena Kamu
Mulut Angin
Mata Hati
O La La (Anak Kota)
Bosan
Menembus Mega
What Can I Do
Sengketa
Buat Siapa Saja

Download
Pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Flowers - Still Alive & Well (2010)


Mulanya The Flowers adalah sebuah proyek coba-coba Pay dan Bongky yang kala itu masih menjadi personel SLANK. Proyek ini sempat terbengkalai akibat kesibukan Pay dan Bongky di SLANK, namun akhirnya bisa diteruskan setelah mereka keluar dari SLANK tahun 1996. Pada tahun yang sama, band yang dihuni oleh Bongky (bass), Boris (gitar), Njet (vokal), Alm. Cole (gitar), dan Chiling (drum) ini merilis album perdana bertajuk “17 Tahun Ke Atas”

Album ini menawarkan musik Rock n’Roll, dimana “Tolong Bu Dokter” menjadi hits single mereka. Dengan lagu andalan tersebut, band yang juga diproduseri Bongky ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat, terlebih lagi pecinta musik Rock. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya tawaran main dan segepok fame yang diperoleh The Flowers pada masa itu.

Namun sayang, ketenaran The Flowers hanya bertahan dua tahun. Sejak tahun 1998, The Flowers mengalami kevakuman. Kepergian Boris kuliah musik ke luar negeri menjadi awal kevakuman band ini. Kondisi ini diperburuk dengan meninggalnya Cole setahun kemudian. Keluarnya Bongky yang kemudian membentuk BIP bersama Pay dan Indra serta bergabungnya Chiling ke Bunglon memperparah keadaan The Flowers. Sejak saat itu The Flowers menghilang dari peradaban musik tanah air.

Setelah lenyap satu dekade lebih, The Flowers akhirnya terbentuk lagi tahun 2008. Bergabungnya Dodo (drum), Leo (bass), dan Eugen (saxofon) menandai kebangkitan The Flowers. Boris dan Njet, dua personel yang tersisa tampaknya telah menemukan teman-teman baru yang sepertinya mengerti benar bagaimana memainkan Rock n’Roll.

Hal ini dibuktikan dengan album terbaru mereka, “Still Alive and Well” yang rilis akhir April lalu. Album yang juga diproduseri oleh Boris ini memiliki musikalitas yang pantas untuk diacungi jempol. Liukan saxofon jazzy Eugen bercampur dengan riff gitar crunch Boris menyambut baik beat hasil kreasi Dodo dan Leo yang menghentak. Hal yang paling menonjol pada album yang serisikan 10 lagu baru ini adalah bagaimana Eugen mampu mengisi ruang kosong gitar yang ditinggalkan oleh Cole melalui liukan saxofonnya.

Simak saja lagu “ABCD Tokay”, “Lonely Boy”, atau “Aku Padamu” yang penuh dengan tiupan saxofon yang cukup melodius. Sementara tembang-tembang macam “ On N On”, “RRI (Raja Rimba Indonesia”, dan “Kau Bukan Tuhan” memiliki harmonisasi yang baik. Track “Negeri Berteriak” yang bernuansakan “Walk This Way” dari Aerosmith merupakan lagu yang sarat kritik dan pesan moral. Sayangnya, lagu yang mempunyai pesan mendalam tersebut tidak mampu disampaikan dengan baik oleh Eugen.

Jika album sebelumnya mereka punya “Tolong Bu Dokter” yang juga masuk dalam 150 lagu terbaik versi majalah Roling Stone Indonesia, maka pada “Still Alive and Well” The Flowers punya “Rajawali” sebagai hits single. Permainan gitar Boris mendominasi di lagu ini. Pesta riff gitarnya akan mengingatkan kita pada riff-riff gitar Joe Pery (Aerosmith).

Pada album ini, kita tidak akan menemui lagu-lagu yang dinyanyikan dengan nada-nada tinggi seperti “Gak ada Matinya” atau “Belum 17” di album sebelumnya. Hal ini bisa dimengerti, mengingat vokal Njet sudah tidak setinggi dan sekuat dulu. Pada album ini kita akan banyak menemui Njet yang bernyanyi dengan nada-nada menengah dengan lagu-lagu yang tampaknya sengaja diciptakan untuk membuatnya nyaman.

“Still Alive and Well” tampaknya akan membuat pecinta musik Rock, khususnya Rajawali-Rajawati (sebutan fans The Flowers) bahagia setelah 14 tahun menanti. Meskipun Art Work di album ini tak semenarik musiknya, secara keseluruhan album ini merupakan comeback yang luar biasa dari sebuah band generasi Flowers.

Track List
1. On N On
2. ABCD Tokay
3. Lonely Boy
4. Kadal Pemburu
5. BH (Broken Home)
6. Rajawali
7. Negeri Berteriak
8. Aku Padamu
9. Kau Bukan Tuhan
10. RRI (Raja Rimba Indonesia)

Download

Thanks to playlistindo.blogspot.com

Flowers - 17th Ke Atas (1996)



Setelah terdepak dari Slank, Bongky Ismail Marcel menghimpun teman - teman barunya, Boris Simanjuntak , Zaid Barmansyah [N’jet - Vokal], Andy Sultan Soleh dan Andrey Fahreza . Maka terbentuklah Flowers. Grup ini secara resmi berdiri September 1996 walaupun sebenarnya sudah ada jauh sebelum itu, saat Bongky masih tergabung dalam Slank, hanya saja waktu itu belum ada niat untuk jalan sendiri. Mengenai nama Flowers bagi mereka adalah musik yang selalu mengikuti perkembangan zaman. Kalau ada yang bilang Flowers itu bunga ya itu terserah aja yang pasti jangan membayangkan kalau lagu - lagunya Flowers itu lembut seperti bunga, soalnya lagunya kenceng punya. Lagu mereka banyak bermain pada blues dan rock ‘n roll. Musik yang mereka tampilkan cenderung pada warna era 60-an.

Perpaduan antara melodi dan gitar, menjadikan musik rock ‘n roll dan blues, bisa membangkitkan ingatan masyarakat pada musik - musik yang biasa dimainkan The Rolling Stones. Tetapi bukan berarti Flowers mencontek musik mereka, Flowers hanya mengambil teorinya dan memainkannya dengan cara sendiri. Hal penting yang juga jadi acuan Flowers adalah kesederhanaan. Mereka bikin lagu yang tidak bertele - tele.

Personil Flowers bukan orang baru di musik. Boris dan N’jet misalnya, adalah pentolan kelompok musik House Of The Rising Sun. Lalu Cole, cukup akrab dengan Oppie & BOP. Cole juga pernah membantu proyek Iwa K maupun Imanez. Demikian juga dengan Andrey, yang dikenal sebagai Drummer Oppie & BOP. Yang pasti, Cole, Boris serta Andrey, bukan pemusik sembarangan.

Tracklist :

Paranoid
Belum 17
Buang Badan
Bayangan
Boncos
(Tolong) Bu Dokter
Nggak Ada Matinya
Diriku / Mu
Tong Sampah
Kompromi
Putus ....

Download
Pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Selasa, 13 Desember 2011

Michael (Eks Drummer Sket) - Rubahlah (1996)


Mempunyai nama lengkap Michael Hendrik Meyer. Cukup dikenal publik sebagai drummer grup band Sket. Sebelum bergabung di Sket, Michael pernah memperkuat grup band Blitz sebagai drummer dan sempat mengeluarkan dua album Kemarau (1990) dan Masih Adakah (1992).

Tahun 1993 Michael memperkuat grup Band Sket masih sebagai drummer dalam album Takkan Kembali (1993) dan Katakanlah (1995).

Tahun 1996 Michael mengeluarkan album solo sebagai penyanyi. Album yang diberi judul Rubahlah ini diproduksi oleh Musica Studio. Selain menyanyi, Michael juga mengambil peran sebagai arranger dan drummer di album solonya ini.

Tracklist :

Rubahlah
Mimpi Indah
Putri Impian
Tuan Musibah
Terbayang
Gadisku
Jalan Yang Hilang
Duniaku

Download
pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Sang Alang - Sendiri (1992)


Mungkin banyak yang mengira Sang Alang adalah nama sebuah grup band, tapi sebenarnya Sang Alang adalah seorang penyanyi solo. Nama ini turut meramaikan blantika musik Indonesia di era ‘90an dan berhasil melejit lewat single “Sendiri”. Atas jasa Hadi Sunyoto dari pihak HP Records Sang Alang merilis album yang diproduseri sendiri dan dibantu oleh Dik Doank. Tak heran campur tangan dari DIk Doank banyak berpengariuh terhadap warna musik yang disuguhkan Sang Alang yang berbau Ballada. Sang Alang tak mengalami kendala dalam mengumpulkan materi lagu untuk albumnya karena lagu-lagunya sudah tersedia. Semua lagu dibuat sendiri oleh Sang Alang dan ditulis sejak tahun 1992. Sebagian lagu diciptakan di dalam Kamar Sang Alang, 3 lagu (Sendiri, Gaun Merah Buat Donna dan Cicak-Cicak Di Dinding)

dibuat ketika dia tengah berlibur di Pantai Senggigi Lombok, Kata Hati ditulis di Yogyakarta serta lagu berjudul pulang diciptakan ketika berlibur di Pantai Kuta. Dalam penggarapan album Sang Alang dibantu additional player yakni Epi (Rhytm Guitar, Bass), Belor (Keyboard) dan Ronald, Bardos, Adi (Drum). Dari sudut pandang saya album bertajuk “Sendiri” ini punya bobot musikalitas yang lumayan dengan tema musik yang tidak monoton. Namun sayang derap awal kiprahnya di percaturan permusikan tanah air tak berlanjut ke album berikutnya. Inilah satu-satunya album yang pernah dibuat Sang Alang meskipun single Sendiri terhitung cukup populer.

Tracklist :

Sendiri
Apa Maumu
Kata Hati
Gaun Merah Buat Donna
Johny Putra Petir
Yang Datang Dan Yang Pergi
Cicak – Cicak Di Dinding
Ole – Ole
Pada Suatu Hari
Pulang

Download
Pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Balawan - Magic Fingers (2005)



Judul Album : MAGIC FINGERS
Artist : BALAWAN
Label : SONY BMG INDONESIA
Tahun : 2005

Mungkin banyak yang belum mengenal eksistensi I Wayan Balawan,gitaris asal Bali yang dikenal sebagai gitaris dengan menerapkan teknik bermain gitar "Touch Style",yaitu memainkan gitar dengan tidak memetik melainkan dengan touching.Juga dikenal dengan istilah "two handed tapping technique". Pionirnya adalah Jimmy Webster yang di tahun 1952 memperkenalkan teknik touch system ini dalam buku bertajuk "Touch System". Beberapa pionir lainnya antara lain Merle Travis dan Mark Laughlin. Touch System ini memungkinkan seorang gitaris bisa memainkan fungsi jemarinya dalam fret gitar dan bass secara simultan.

Touch Style ini kerap dimainkan dalam genre rock,jazz hingga funk.Pengembang teknik ini pun kian panjang seperti Stanley Jordan, Eddie Van Halen, Allan Holdsworth, Steve Vai, Michael Manring, Michael Hedges, termasuk I Wayan Balawan di Indonesia. Balawan mengkonsep musiknya sebagai etnik global fusion.Telah merilis beberapa album termasuk yang dirilis di Jerman. Semuanya secara independen.

Dipenghujung tahun 2005, tiba-tiba Balawan menyeruak dengan album "Magic Fingers" dari sebuah major labe Sony BMG yang sebelumnya juga pernah merilis album yang berkonotasi jazz semisal Budjana, Tohpati maupun Dwiki Dharmawan. Di album ini Balawan masih tetap kukuh dengan etnik fusionnya. Ia masih menyusupkan ambience musik Bali seperti lagu tradisional "Djanger". Namun yang mengagetkan,album ini bergeser memihak ke pasar pop terutama ketika Balawan pun tampil sebagai vokalis meremake lagu-lagu pop seperti "Semua Bisa Bilang" (Charles Hutagalung) yang dipopulerkan The Mercy's lalu sempat dijazz-kan oleh Margie Segers (diiringi Jack Lesmana Combo pada tahun 1975), juga "Arti Kehidupan" (Oddie Agam) yang populer ditangan Mus Mujiono atau "Sesaat Kau Hadir" (Boedi Bachtiar) yang dipopulerkan Utha Likumahuwa di akhir dekade 80-an. Tapi hal semacam ini toh bukan sesuatu yang ditabukan.Jack Lesmana dan Bubi Chen pun pernah melalukan hal semacam itu dipertengahan era 70-an. Uniknya,dalam setiap arransemen yang digarap Balawan selalu menyeruak warna khas Bali. Dalam berbagai frasa, Balawan dengan cerdik meracik bunyi-bunyian gitarnya dari yang clean hingga raw dengan distansi yang rapat. Beberapa radio pun sudah mulai "akrab" dengan Balawan lewat lagu "Semua Bisa Bilang".

Apa yang dilakukan Balawan memang mengingatkan saya pada album "Magic Touch" nya Stanley Jordan yang meremake hits Michael Jackson, The Beatles hingga Jimi Hendrix. Selamat datang di industri musik "pop", Balawan !. Tetapi upaya Balawan juga bakal "mendidik" konsumen musik pop untuk menyimak musik yang agak "bergizi". Itu aja.

DENNY SAKRIE
Rumah Musik Indonesia
0818417357

Tracklist :

Prelude
Magic Reong
Semua Bisa Bilang
Sesaat Kau Hadir
MenantiMainz In My Mind
Arti Kehidupan
Menanti
Trade Wind
Like A Bird
Country Bejagur

Download
Pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Golden Boy - Untukmu Gadis (1997)

Golden Boy adalah seorang rocker dari Madura, yang dulu pernah ikut bergabung di band Saltis, yang menjadi finalis Festival Rock ke V. Album perdana dari GOLDEN BOY yang di beri title "Untukmu Gadis" di rilis oleh Logiss Record pada tahun 1997

Tracklist :

Masih Ada
Untukmu Gadis
Sadar
Entah Mengapa
Zig - Zag Di Jalan Raya
Hanya Dirimu
Biarkanlah
T’lah Jauh
Roda Dunia
Mimpi
Ku Ingin Bersamamu
Episode Anak Zaman

Download
pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Kamis, 08 Desember 2011

Bayou - 2 (1996)

Bayou, sebuah band rock dari Jakarta, rock yang manis diangkat oleh band ini.Album ini merupakan album yang kedua mereka dan dirilis oleh Saturn Records. Member di album ini adalah Binzar Mohan ( Vokal), Andi Irawan (Keyboard), Yoyo (Bass), Opick (Gitar), dan Uce Haryono (drum). Dengan lagu hit nya "Kali Ini". Sound rock khas era 90an.

Tracklist :

Kau Terlena
Tak Ingin Yang Lain
Sungguh
Esokan Ada
Kali Ini
Aku Kan Bawa
Dirimu
Hotel Prodeyo
Melayang
Lupakan

Download
Pass : karimsamman@multiply.com

Thanks for borneoclassicrock.blogspot.com

Bayou - Self Tittle (1995)

Bayou, band rock era 90an asal Jakarta, mengeluarkan album pertamanya pada tahun 1995 dengan judul album "Bayou" mempunya lagu hit " Hanya Dirimu". Terdiri dari Binzar Mohan (Vocal), Andi Irawan (Keyboards), Yoyo (Bass), Opick (Gitar), dan Uce Haryono (Drums). Dirilis oleh Saturn Records kerja sama dengan Aquarius Musikindo. Rock khas era 90an dengan sentuhan melodi yang manis ditawarkan oleh band Bayou ini.
Tracklist :

Selamat Tinggal Kasih
Hanya Dirimu
Aku Suka
Kunyanyikan Lagu Ini
Masih Ada
Budak
Berikanlah
Haruskah
Kuingin
Selamanya (Antara Kita)

Download album disini
Pass : karimsamman@multiply.com

Thanks for borneoclassicrock.blogspot.com

Kalingga - Sumpah Palapa (1997)




Kalingga salah satu lagi Band Rock Surabaya yang pernah di orbitkan oleh Log Zhelebour. Mereka hanya merilis satu album berjudul Sumpah Palapa di tahun 1997. Personilnya terdiri dari Ipunk (gitar), Mugix Adam (drum), Hendrix Sanada (bass) dan Pungky Deaz (vocal). Mereka merekrut Raymond Ariaz sebagai Additional Keyboard sekaligus Penyanyi Latar.

Bisa dikatakan kalau terbentuknya Kalingga merupakan hasil fusi 2 grup band yaitu Power Metal dan Andromedha. Dengan warna music Rock Progresif band ini menjajal kemampuan musikalitasnya dalam iklim Kompetisi Musik Indonesia. Lagu yang mereka usung sebagai jagoan adalah Sumpah Palapa (Amukti Palapa). Sebuah lagu unik perpaduan Rock dan etnik dengan lirik bahasa sansekerta. Makanya pada lagu ini mereka dibantu Lek Parjan untuk menuangkan syair-syair ke dalam bahasa Sansekerta. Pengisi suara latar juga dibantu kelompok Reog Singo Mangku Joyo’ juara Reog tingkat Nasional tahun 1997.

Tracklist :

Sumpah Palapa (Amukti Palapa)
A... Be... Ge...
And I Know
Terciptakah
Merpati Putriku
Jangan Pernah....?
Lost Stories
Lingkaran Api
Kenangan Biru
Nyanyian Jiwa

Download
pass : karimsamman@multiply.com

Thanks for borneoclassicrock.blogspot.com

Elpamas - The Best

Tracklist :

Pak Tua
Kami Makan Apa...?
Untukmu Generasiku
KGB
Bos
Anak Durhaka (Brutal)
Tato
Angan - Angan
Set Up
Dunia

Download
Pass : RYL's-KARIM's COLLECTIONS

Thanks for borneoclassicrock.blogspot.com

Elpamas - 60km/jam (2003)


Tracklist :

Naik Delman
60 Km / 1 Jam
Wan Abud
K a u
Adikku
Saat Bicara
Jangan Katakan Tidak
Maafkan
Hilang Semua Kata
Hari Indah
Apais
Pak Tua
RSSS

Download
Pass : RYL's-KARIM's COLLECTIONS

Thanks for borneoclassicrock.blogspot.com

Elpamas - Dongeng (2000)

Tracklist :

Libido
Basa - Basi
Dongeng
Kosong
Suara
Anjing
Nakal
Beku
Musang Beruang
Rama Shinta

Download
Pass : RYL's-KARIM's COLLECTIONS

Thanks for borneoclassicrock.blogspot.com

Elpamas - Negeriku (1997)

Tracklist :

RSSS
Fir'aun
Negeriku
Ge Er
Problem
Janis Joplin
Keadilan
Salah Kaprah
Bayang - Bayang
Doa

Download
pass : karimsamman@multiply.com

Thanks for borneoclassicrock.blogspot.com

Elpamas - Bos (1993)

Tracklist :

Kami Makan Apa...?
Set Up
Melancholy Blues
B o s
Aku Dan Senja
Kontradiksi
Langkah - Langkah
Jejak - Jejak
Alamkau
Elpamas (Instrumentalia)

Download
Pass : RYL's-KARIM's COLLECTIONS

Thanks for borneoclassicrock.blogspot.com

Elpamas - Tato (1991)

01 Pak Tua
02 K.G.B. (Kereta Gaya Baru)
03 Tato
04 Pembual
05 Panther Woman
06 Moral
07 Memori
08 Macan
09 Dia
10 Misteri Temanggung

Formasi ElPamas pada album ini:

Doddy Keswara-Vocal
Toto Tewel-Gitar
Didi Sucahyo-Bass
Eddy Darome-Keyboard
Rush Tato-Drum

Download
pass : karimsamman@multiply.com
Thanks for borneoclassicrock.blogspot.com


Video

Elpamas - Dinding-Dinding Kota (1989)



Nama Elpamas tadinya merupakan kependekan dari "Elektronik Payung Mas", yang merupakan nama sebuah toko elektronik milik Anthony Depamas yang menyuplai peralatan band buat para personel Elpamas. Belakangan, kepanjangan nama Elpamas diplesetkan ke dalam bahasa Jawa, yaitu Elek-elek Pandaan Mas. Karena band ini memang berasal dari daerah Pandaan, Pasuruan (Jawa Timur).

Awal terbentuk, sekitar tahun 1983, Elpamas tidak langsung memainkan musik rock. Lewat panggung-panggung tingkat RT dan ‘bergerilya’ dari kampung ke kampung, Elpamas dikenal luas sebagai band yang mengusung musik dangdut.

Tapi kemudian, Elpamas tidak terlalu lama mengusung jenis musik ini. Tahun berikutnya, menjelang mengikuti festival rock yang digelar oleh Log Zhelebour mereka pun ganti haluan.

Elpamas mulai memperlihatkan talentanya sebagai grup rock yang layak diperhitungkan saat mereka berhasil merebut gelar Juara III di “Festival Rock Se-Indonesia” tahun 1984. Bahkan saat event tersebut digelar lagi pada tahun 1985 dan 1986, Elpamas yang waktu itu diperkuat oleh Dollah Gowi (vokal), Toto Tewel (gitar), Didiek Sucahyo (bas), Edi Daromi (kibor) dan Rastato mampu meraih predikat Juara I selama dua kali berturut-turut. Sementara Toto Tewel, juga mampu mengantongi gelar sebagai gitaris terbaik.

Tracklist

Angan - Angan
Dunia
Semu
Orang Malam
Anak Durhaka (Brutal)
Tinggal Landas
Tegar
Dinding - Dinding Kota
Untukmu Generasiku

Download

Pass : RYL's-KARIM's COLLECTIONS

Thanks for borneoclassicrock.blogspot.com

Kayakas - Air Mata (1992)



Kayakas merupakan akronim dari Karunia Yang Kuasa yang berbase camp di Jakarta. Motoris sekaligus roh dalam tubuh Kayakas tak lain si Gitaris Iwan Kayakas. Satu hal yang menarik dari Kayakas dimana terdapat 2 vokalis dengan karakter suara berbeda. Saka Birzha punya suara tinggi dan melengking sedang Rangga Mathias sebaliknya punya karakter suara rendah agak serak-serak. Penguasaan teknik bermusik Kayakas banyak yang mengacungi jempol bahkan dikatakan di atas Red Spider, Alukard, Pumars, Kamikaze maupun Big Panser. Namun karier band ini tidak berumur panjang, disaat sedang berlangsung penggarapan album kedua Kayakas resmi bubar.

Tracklist :

Air Mata
Sesat
Nona
Gadis
Gerhana
Cermin
Kisas
Keadilan

Download
Pass : karimsamman@multiply.com

Thanks for borneoclassicrock.blogspot.com

Kindern - Kamuflase (1997)

Personil Kindern Ricky (Gitar), Arya (Vocal), Pechonk (Gitar), Hengky (Drum), Bato (Bass). Pada tahun 1997 mereka mengeluarkan album yang di beri titel "Kamuflase", walaupun tak setenar band-band yang lain namun lagu-lagu dari Kindern cukup enak untuk di nikmati pecinta klasik rock indonesia. Satu-satunya lagu Kindern yang sempat terdongkrat berjudul “masih Ada” dengan paduan unsur slow rock dibalut distorsi gitar yang apik.

Tracklist :

Kamuflase
Masih Ada
Harap
Jangan Jadi Angin
Sincu You've Been Gone
Camar Bertuan
Rina
Despise Me
Adam Dan Hawa
Angan (Selalu)

Download
Pass : karimsamman@multiply.com

Thanks for borneoclassicrock.blogspot.com

Kin - Malam Jingga (1994)

KIN sebenarnya bisa menjadi group yang punya masa depan cerah di blantika musik Indonesia. Kemunculannya di album pertama ini langsung mencuri perhatian. Mereka adalah LIAN PANGGABEAN (Gitar), EKKA BHAKTI (Keyboard), GERRY HERB (Drum), RIO RADITYO (Bass), dan HERRY SUDAYAT (Vokal). Lagu MALAM JINGGA yang menjadi andalan album ini sempat menjadi radio hits, dan klipnya juga seringkali muncul di TV. Mereka punya kans untuk lebih maju, tapi sayang, setelah merilis album SAAT SAAT BERSAMAMU tahun 1997, mereka vakum sampai hari ini.

Track List
1. MALAM JINGGA
Lian & Rio
2. JANGAN PUTUS ASA
Eka, Lian, Rio, Herry
3. OH MALAM
Rio, Lian, Herry
4. KINI
Rio & Herry
5. BAWALAH AKU PERGI
Lian & Herry
6. TANGISAN PERANG
Rio, Lian, Herry
7. AKU SUKA AKU CINTA
Lian, Luki, Rio, Eka, Sam Bobo
8. BUAT APA
Lian, Eka, Wishnu
9. JABATKAN TANGAN
Lian & Wishnu

Download
pass : karimsamman@multiply.com

Thanks for borneoclassicrock.blogspot.com & indolawas.blogspot.com

Dwipa


Nama WAWAN ABI awalnya dikenal sebagai drummer dari kelompok DEWA 19. Namanya ikut melambung ketika album pertama Dewa sukses besar di pasaran. Tapi sayangnya, keterlibatan Wawan di Dewa hanya di album pertama saja, karena di album kedua namanya sudah ‘dicoret’ dari daftar personel dan menyisakan cerita yang tidak menyenangkan. Mencoba untuk bangkit dan tetap eksis di dunia musik berbekal nama yang sudah lumayan besar, Wawan kemudian membentuk kelompok bernama DWIPA bersama DANIEL, HENNING, RUDI dan STEVE. Mereka berhasil merilis album berjudul DWIPA dengan single andalan berjudul MAAF. Kemunculan mereka sempat diperbincangkan karena keberadaan Wawan di group ini, terlebih materi lagu andalannya memang easy listening dan potensial hits. Sayangnya, album Ini ditanggapi biasa saja di pasar meskipun lagu Maaf sempat menjadi radio hits. Album ini sekaligus menjadi album pertama dan terakhir dari Dwipa.

Download
Pass : RYL's-KARIM's COLLECTIONS