Rabu, 14 Desember 2011

Kaisar - Mulut Angin (1994)

Menyimak single lagu “Kerangka Langit” dan “Garis-Garis Bintang” yang terpilih menjadi lagu Favorit pilihan konsumen dalam 10 Finalis “Festival Rock Se- Indonesia” pada tahun 1989-1991 membuktikan bahwa lagu-lagu Kaisar memang pantas meraih predikat lagu Rock Terbaik pada saat itu. Bermodal predikat juara I “Festival Rock Se-Indonesia ke-6” di Surabaya pada tahun 1991 band asal Solo ini mencoba unjuk gigi meramaikan jagad rekaman musik tanah air dengan merilis album perdana Mulut Angin pada tahun 1994. Sebagai juara Festival yang dipromotori Log Zhelebour, Kaisar berhak mendapatkan kesempatan rekaman di bawah naungan Logiss Records. Sebenarnya penggarapan album perdana mereka terbilang telat, padahal keinginan pecinta rock di tanah air begitu penasaran menunggu proyek album Kaisar. Namun karena sempat terjadinya konflik intern diantara personil sehingga proses perampungan album baru terwujud pada tahun 1994. Album Mulut Angin menepis isu yang beredar jika Kaisar telah tamat riwayatnya. Kemunculan band ini memang sangat ditunggu-tunggu karena 2 tahun sudah hampir tak ada lagu-lagu rock beat yang populer di blantika musik Indonesia. Dengan bermodalkan 10 lagu, Banhasir, Kecuk, Burhan, Didiek Ermas dan Yudi Kokasih begitu optimis jika mereka bakal menjadi band rock papan atas Indonesia. Jauh dari prediksi ternyata materi lagu-lagu di album Mulut Angin dibilang lembut. Berbeda sekali dengan ciri khas Kaisar yang melekat dari lagu “Kerangka Langit” yang sarat dengan nuansa rock enerjik plus ngebeat. Nyaris tak ada lagu rock beat di album tersebut. Album perdana Kaisar direspons dengan nada kekecewaan oleh pecinta music rock Indonesia. Single andalan “Mengejar Bintang” belum kuasa mengangkat penjualan album. Insting tajam Log Zhelebour yang optimistis Kaisar bakal menjadi band papan atas meleset jauh. Kegagalan ini ternyata berimbas pada stabilitas band. Setelah mengeluarkan album Mulut Angin nama Kaisar tenggelam dalam hingar binger musik rock Indonesia.

Tracklist :

Mengejar Bintang
Karena Kamu
Mulut Angin
Mata Hati
O La La (Anak Kota)
Bosan
Menembus Mega
What Can I Do
Sengketa
Buat Siapa Saja

Download
Pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Flowers - Still Alive & Well (2010)


Mulanya The Flowers adalah sebuah proyek coba-coba Pay dan Bongky yang kala itu masih menjadi personel SLANK. Proyek ini sempat terbengkalai akibat kesibukan Pay dan Bongky di SLANK, namun akhirnya bisa diteruskan setelah mereka keluar dari SLANK tahun 1996. Pada tahun yang sama, band yang dihuni oleh Bongky (bass), Boris (gitar), Njet (vokal), Alm. Cole (gitar), dan Chiling (drum) ini merilis album perdana bertajuk “17 Tahun Ke Atas”

Album ini menawarkan musik Rock n’Roll, dimana “Tolong Bu Dokter” menjadi hits single mereka. Dengan lagu andalan tersebut, band yang juga diproduseri Bongky ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat, terlebih lagi pecinta musik Rock. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya tawaran main dan segepok fame yang diperoleh The Flowers pada masa itu.

Namun sayang, ketenaran The Flowers hanya bertahan dua tahun. Sejak tahun 1998, The Flowers mengalami kevakuman. Kepergian Boris kuliah musik ke luar negeri menjadi awal kevakuman band ini. Kondisi ini diperburuk dengan meninggalnya Cole setahun kemudian. Keluarnya Bongky yang kemudian membentuk BIP bersama Pay dan Indra serta bergabungnya Chiling ke Bunglon memperparah keadaan The Flowers. Sejak saat itu The Flowers menghilang dari peradaban musik tanah air.

Setelah lenyap satu dekade lebih, The Flowers akhirnya terbentuk lagi tahun 2008. Bergabungnya Dodo (drum), Leo (bass), dan Eugen (saxofon) menandai kebangkitan The Flowers. Boris dan Njet, dua personel yang tersisa tampaknya telah menemukan teman-teman baru yang sepertinya mengerti benar bagaimana memainkan Rock n’Roll.

Hal ini dibuktikan dengan album terbaru mereka, “Still Alive and Well” yang rilis akhir April lalu. Album yang juga diproduseri oleh Boris ini memiliki musikalitas yang pantas untuk diacungi jempol. Liukan saxofon jazzy Eugen bercampur dengan riff gitar crunch Boris menyambut baik beat hasil kreasi Dodo dan Leo yang menghentak. Hal yang paling menonjol pada album yang serisikan 10 lagu baru ini adalah bagaimana Eugen mampu mengisi ruang kosong gitar yang ditinggalkan oleh Cole melalui liukan saxofonnya.

Simak saja lagu “ABCD Tokay”, “Lonely Boy”, atau “Aku Padamu” yang penuh dengan tiupan saxofon yang cukup melodius. Sementara tembang-tembang macam “ On N On”, “RRI (Raja Rimba Indonesia”, dan “Kau Bukan Tuhan” memiliki harmonisasi yang baik. Track “Negeri Berteriak” yang bernuansakan “Walk This Way” dari Aerosmith merupakan lagu yang sarat kritik dan pesan moral. Sayangnya, lagu yang mempunyai pesan mendalam tersebut tidak mampu disampaikan dengan baik oleh Eugen.

Jika album sebelumnya mereka punya “Tolong Bu Dokter” yang juga masuk dalam 150 lagu terbaik versi majalah Roling Stone Indonesia, maka pada “Still Alive and Well” The Flowers punya “Rajawali” sebagai hits single. Permainan gitar Boris mendominasi di lagu ini. Pesta riff gitarnya akan mengingatkan kita pada riff-riff gitar Joe Pery (Aerosmith).

Pada album ini, kita tidak akan menemui lagu-lagu yang dinyanyikan dengan nada-nada tinggi seperti “Gak ada Matinya” atau “Belum 17” di album sebelumnya. Hal ini bisa dimengerti, mengingat vokal Njet sudah tidak setinggi dan sekuat dulu. Pada album ini kita akan banyak menemui Njet yang bernyanyi dengan nada-nada menengah dengan lagu-lagu yang tampaknya sengaja diciptakan untuk membuatnya nyaman.

“Still Alive and Well” tampaknya akan membuat pecinta musik Rock, khususnya Rajawali-Rajawati (sebutan fans The Flowers) bahagia setelah 14 tahun menanti. Meskipun Art Work di album ini tak semenarik musiknya, secara keseluruhan album ini merupakan comeback yang luar biasa dari sebuah band generasi Flowers.

Track List
1. On N On
2. ABCD Tokay
3. Lonely Boy
4. Kadal Pemburu
5. BH (Broken Home)
6. Rajawali
7. Negeri Berteriak
8. Aku Padamu
9. Kau Bukan Tuhan
10. RRI (Raja Rimba Indonesia)

Download

Thanks to playlistindo.blogspot.com

Flowers - 17th Ke Atas (1996)



Setelah terdepak dari Slank, Bongky Ismail Marcel menghimpun teman - teman barunya, Boris Simanjuntak , Zaid Barmansyah [N’jet - Vokal], Andy Sultan Soleh dan Andrey Fahreza . Maka terbentuklah Flowers. Grup ini secara resmi berdiri September 1996 walaupun sebenarnya sudah ada jauh sebelum itu, saat Bongky masih tergabung dalam Slank, hanya saja waktu itu belum ada niat untuk jalan sendiri. Mengenai nama Flowers bagi mereka adalah musik yang selalu mengikuti perkembangan zaman. Kalau ada yang bilang Flowers itu bunga ya itu terserah aja yang pasti jangan membayangkan kalau lagu - lagunya Flowers itu lembut seperti bunga, soalnya lagunya kenceng punya. Lagu mereka banyak bermain pada blues dan rock ‘n roll. Musik yang mereka tampilkan cenderung pada warna era 60-an.

Perpaduan antara melodi dan gitar, menjadikan musik rock ‘n roll dan blues, bisa membangkitkan ingatan masyarakat pada musik - musik yang biasa dimainkan The Rolling Stones. Tetapi bukan berarti Flowers mencontek musik mereka, Flowers hanya mengambil teorinya dan memainkannya dengan cara sendiri. Hal penting yang juga jadi acuan Flowers adalah kesederhanaan. Mereka bikin lagu yang tidak bertele - tele.

Personil Flowers bukan orang baru di musik. Boris dan N’jet misalnya, adalah pentolan kelompok musik House Of The Rising Sun. Lalu Cole, cukup akrab dengan Oppie & BOP. Cole juga pernah membantu proyek Iwa K maupun Imanez. Demikian juga dengan Andrey, yang dikenal sebagai Drummer Oppie & BOP. Yang pasti, Cole, Boris serta Andrey, bukan pemusik sembarangan.

Tracklist :

Paranoid
Belum 17
Buang Badan
Bayangan
Boncos
(Tolong) Bu Dokter
Nggak Ada Matinya
Diriku / Mu
Tong Sampah
Kompromi
Putus ....

Download
Pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Selasa, 13 Desember 2011

Michael (Eks Drummer Sket) - Rubahlah (1996)


Mempunyai nama lengkap Michael Hendrik Meyer. Cukup dikenal publik sebagai drummer grup band Sket. Sebelum bergabung di Sket, Michael pernah memperkuat grup band Blitz sebagai drummer dan sempat mengeluarkan dua album Kemarau (1990) dan Masih Adakah (1992).

Tahun 1993 Michael memperkuat grup Band Sket masih sebagai drummer dalam album Takkan Kembali (1993) dan Katakanlah (1995).

Tahun 1996 Michael mengeluarkan album solo sebagai penyanyi. Album yang diberi judul Rubahlah ini diproduksi oleh Musica Studio. Selain menyanyi, Michael juga mengambil peran sebagai arranger dan drummer di album solonya ini.

Tracklist :

Rubahlah
Mimpi Indah
Putri Impian
Tuan Musibah
Terbayang
Gadisku
Jalan Yang Hilang
Duniaku

Download
pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Sang Alang - Sendiri (1992)


Mungkin banyak yang mengira Sang Alang adalah nama sebuah grup band, tapi sebenarnya Sang Alang adalah seorang penyanyi solo. Nama ini turut meramaikan blantika musik Indonesia di era ‘90an dan berhasil melejit lewat single “Sendiri”. Atas jasa Hadi Sunyoto dari pihak HP Records Sang Alang merilis album yang diproduseri sendiri dan dibantu oleh Dik Doank. Tak heran campur tangan dari DIk Doank banyak berpengariuh terhadap warna musik yang disuguhkan Sang Alang yang berbau Ballada. Sang Alang tak mengalami kendala dalam mengumpulkan materi lagu untuk albumnya karena lagu-lagunya sudah tersedia. Semua lagu dibuat sendiri oleh Sang Alang dan ditulis sejak tahun 1992. Sebagian lagu diciptakan di dalam Kamar Sang Alang, 3 lagu (Sendiri, Gaun Merah Buat Donna dan Cicak-Cicak Di Dinding)

dibuat ketika dia tengah berlibur di Pantai Senggigi Lombok, Kata Hati ditulis di Yogyakarta serta lagu berjudul pulang diciptakan ketika berlibur di Pantai Kuta. Dalam penggarapan album Sang Alang dibantu additional player yakni Epi (Rhytm Guitar, Bass), Belor (Keyboard) dan Ronald, Bardos, Adi (Drum). Dari sudut pandang saya album bertajuk “Sendiri” ini punya bobot musikalitas yang lumayan dengan tema musik yang tidak monoton. Namun sayang derap awal kiprahnya di percaturan permusikan tanah air tak berlanjut ke album berikutnya. Inilah satu-satunya album yang pernah dibuat Sang Alang meskipun single Sendiri terhitung cukup populer.

Tracklist :

Sendiri
Apa Maumu
Kata Hati
Gaun Merah Buat Donna
Johny Putra Petir
Yang Datang Dan Yang Pergi
Cicak – Cicak Di Dinding
Ole – Ole
Pada Suatu Hari
Pulang

Download
Pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Balawan - Magic Fingers (2005)



Judul Album : MAGIC FINGERS
Artist : BALAWAN
Label : SONY BMG INDONESIA
Tahun : 2005

Mungkin banyak yang belum mengenal eksistensi I Wayan Balawan,gitaris asal Bali yang dikenal sebagai gitaris dengan menerapkan teknik bermain gitar "Touch Style",yaitu memainkan gitar dengan tidak memetik melainkan dengan touching.Juga dikenal dengan istilah "two handed tapping technique". Pionirnya adalah Jimmy Webster yang di tahun 1952 memperkenalkan teknik touch system ini dalam buku bertajuk "Touch System". Beberapa pionir lainnya antara lain Merle Travis dan Mark Laughlin. Touch System ini memungkinkan seorang gitaris bisa memainkan fungsi jemarinya dalam fret gitar dan bass secara simultan.

Touch Style ini kerap dimainkan dalam genre rock,jazz hingga funk.Pengembang teknik ini pun kian panjang seperti Stanley Jordan, Eddie Van Halen, Allan Holdsworth, Steve Vai, Michael Manring, Michael Hedges, termasuk I Wayan Balawan di Indonesia. Balawan mengkonsep musiknya sebagai etnik global fusion.Telah merilis beberapa album termasuk yang dirilis di Jerman. Semuanya secara independen.

Dipenghujung tahun 2005, tiba-tiba Balawan menyeruak dengan album "Magic Fingers" dari sebuah major labe Sony BMG yang sebelumnya juga pernah merilis album yang berkonotasi jazz semisal Budjana, Tohpati maupun Dwiki Dharmawan. Di album ini Balawan masih tetap kukuh dengan etnik fusionnya. Ia masih menyusupkan ambience musik Bali seperti lagu tradisional "Djanger". Namun yang mengagetkan,album ini bergeser memihak ke pasar pop terutama ketika Balawan pun tampil sebagai vokalis meremake lagu-lagu pop seperti "Semua Bisa Bilang" (Charles Hutagalung) yang dipopulerkan The Mercy's lalu sempat dijazz-kan oleh Margie Segers (diiringi Jack Lesmana Combo pada tahun 1975), juga "Arti Kehidupan" (Oddie Agam) yang populer ditangan Mus Mujiono atau "Sesaat Kau Hadir" (Boedi Bachtiar) yang dipopulerkan Utha Likumahuwa di akhir dekade 80-an. Tapi hal semacam ini toh bukan sesuatu yang ditabukan.Jack Lesmana dan Bubi Chen pun pernah melalukan hal semacam itu dipertengahan era 70-an. Uniknya,dalam setiap arransemen yang digarap Balawan selalu menyeruak warna khas Bali. Dalam berbagai frasa, Balawan dengan cerdik meracik bunyi-bunyian gitarnya dari yang clean hingga raw dengan distansi yang rapat. Beberapa radio pun sudah mulai "akrab" dengan Balawan lewat lagu "Semua Bisa Bilang".

Apa yang dilakukan Balawan memang mengingatkan saya pada album "Magic Touch" nya Stanley Jordan yang meremake hits Michael Jackson, The Beatles hingga Jimi Hendrix. Selamat datang di industri musik "pop", Balawan !. Tetapi upaya Balawan juga bakal "mendidik" konsumen musik pop untuk menyimak musik yang agak "bergizi". Itu aja.

DENNY SAKRIE
Rumah Musik Indonesia
0818417357

Tracklist :

Prelude
Magic Reong
Semua Bisa Bilang
Sesaat Kau Hadir
MenantiMainz In My Mind
Arti Kehidupan
Menanti
Trade Wind
Like A Bird
Country Bejagur

Download
Pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com

Golden Boy - Untukmu Gadis (1997)

Golden Boy adalah seorang rocker dari Madura, yang dulu pernah ikut bergabung di band Saltis, yang menjadi finalis Festival Rock ke V. Album perdana dari GOLDEN BOY yang di beri title "Untukmu Gadis" di rilis oleh Logiss Record pada tahun 1997

Tracklist :

Masih Ada
Untukmu Gadis
Sadar
Entah Mengapa
Zig - Zag Di Jalan Raya
Hanya Dirimu
Biarkanlah
T’lah Jauh
Roda Dunia
Mimpi
Ku Ingin Bersamamu
Episode Anak Zaman

Download
pass : karimsamman@multiply.com

Thanks to borneoclassicrock.blogspot.com